• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Tersertifikasi ISO 22301:2019, Harwan Muldidarmawan Tegaskan Kesiapan Jasa Raharja Menjaga Kelangsungan Usaha

    www.indik.id
    11/13/2025, 16:31 WIB Last Updated 2025-11-13T09:32:06Z

          

    Indik . id Jakarta, 12 November 2025 - Sebagai wujud komitmen terhadap penerapan

    Business Continuity Management System (BCMS) yang berstandar internasional,

    PT Jasa Raharja kembali menjalani Audit Surveillance ISO 22301:2019 yang

    dilakukan oleh British Standards Institution (BSI) pada tanggal 3-5 November 2025. 

    Audit ini bertujuan memastikan efektivitas sistem keberlangsungan usaha yang

    diterapkan di seluruh unit kerja, sekaligus menilai tingkat kesiapan perusahaan dalam

    menghadapi potensi gangguan terhadap operasional, agar layanan publik kepada

    masyarakat tetap berjalan optimal dalam kondisi apa pun. 

    Harwan Muldidarmawan, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja

    menjelaskan, penerapan BCMS yang efektif menjadi bagian penting dalam

    keberlanjutan Perusahaan yang berlandaskan prinsip Environmental, Social

    Governance, Risk Management, and Compliance (ESGRC) khususnya dalam

    mengantisipasi potensi risiko yang dapat mengganggu operasional. 

    "Selain untuk pemenuhan standar, audit ini juga merupakan refleksi dari budaya

    kesiapsiagaan yang terus kami bangun di seluruh lini organisasi. Dengan dukungan

    manajemen puncak dan tim kerja BCMS lintas divisi, kami memastikan bahwa Jasa

    Raharja selalu siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," jelasnya.


    Audit yang dilakukan selama tiga hari tersebut meliputi proses wawancara, telaah

    dokumen, observasi simulasi, serta verifikasi implementasi BCMS di seluruh proses

    bisnis kritikal perusahaan. BSI juga menilai kesiapan Jasa Raharja dalam merespons

    gangguan yang mungkin timbul dari aspek manusia, proses bisnis, teknologi informasi, maupun infrastruktur pendukung, dan sekaligus mengantisipasi apabila terjadi bencana alam.


    Pelaksanaan audit dilakukan secara hybrid (onsite dan online), mencakup kantor

    pusat dan beberapa kantor wilayah, seperti Kalimantan Timur dan Sulawesi Tengah.

    Audit difokuskan pada tujuh aspek utama penerapan BCMS, mulai dari kebijakan dan

    komitmen manajemen, analisis dampak bisnis dan risiko, strategi dan rencana

    keberlangsungan usaha, hingga pengujian sistem, peningkatan kesadaran, serta

    evaluasi berkelanjutan. 

    Hasil audit menunjukkan pencapaian sesuai dengan harapan Manajemen dengan

    tidak adanya temuan (zero finding) dari auditor BSI. Dengan hasil tersebut, sertifikasiISO 22301:2019 BCMS Jasa Raharja dinyatakan tetap berlaku dan diperpanjang

    hingga 23 Januari 2028. 

    "Keberhasilan mempertahankan sertifikasi ini menegaskan bahwa Jasa Raharja

    memiliki sistem keberlangsungan usaha yang tangguh dan terukur, serta mampu

    menjamin kesinambungan layanan publik bagi masyarakat di setiap situasi," ujar

    Harwan.


    la menambahkan, capaian zero finding dari BSI menjadi bukti atas konsistensi

    penerapan prinsip continuous improvement di lingkungan Jasa Raharja. 


    Melalui tinjauan berkala, pelatihan, simulasi tanggap darurat, hingga pengujian sistem dari

    Data Center ke Disaster Recovery Center, perusahaan terus memperkuat kapasitas

    dan ketahanan organisasi.


    Dengan perpanjangan sertifikasi ISO 22301:2019 hingga tahun 2028 ini, Jasa Raharja mempertegas posisinya sebagai BUMN yang memiliki ketangguhan operasional dan komitmen tinggi terhadap keberlangsungan usaha. 


    Pencapaian ini menjadi bukti nyata

    bahwa perusahaan tidak hanya menjaga stabilitas internal, tetapi juga memastikan

    pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat tetap berjalan secara konsisten,

    andal, dan berkelanjutan. ( Heri M red ) 

    Terkini