• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Perkuat Kolaborasi, Jasa Marga dan Jasa Raharja Hadirkan Layanan Keselamatan Jalan Tol Berbasis Digital

    www.indik.id
    04/09/26, 11:51 WIB Last Updated 2026-09-04T04:51:58Z

    INDIK . ID Jakarta -  PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Jasa Raharja (Persero) memperkuat kolaborasi  dalam  mengembangkan  layanan  keselamatan  jalan  tol  berbasis  digital melalui Aplikasi  Travoy.  


    Layanan  tersebut disiapkan untuk membantu  masyarakat, khususnya pengguna jalan tol, dalam memperoleh informasi risiko, melaporkan kecelakaan, menemukan rumah sakit terdekat hingga mengakses bantuan darurat secara lebih cepat.  


    Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of  Understanding/MoU)  tentang  Sinergi  Pemanfaatan  Sumber  Daya  dan  Pengembangan Layanan  Keselamatan  Jalan  Tol  Berbasis  Digital,  di  Jakarta,  pada  Rabu  (02/09).


    Penandatanganan  dilakukan  oleh  Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, dan Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin.  Kesepakatan  ini  menjadi landasan bagi kedua perusahaan untuk mengoptimalkan potensi melalui Aplikasi Travoy dan  Aplikasi Jasfren, mulai dari sumber daya, data, informasi, sarana, kanal layanan, hingga kapabilitas masing-masing, untuk memperkuat keselamatan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jalan tol.   


    Direktur  Utama  Jasa  Marga,  Rivan  A.  Purwantono,  menyampaikan  bahwa  keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan jalan tol. Karena itu, upaya meningkatkan keselamatan tidak berhenti pada penyediaan infrastruktur yang andal, tetapi juga mencakup kemampuan untuk mendeteksi risiko, memberikan informasi yang tepat, serta memastikan pengguna memperoleh bantuan ketika menghadapi kondisi darurat.  


    “Bagi kami, keselamatan pengguna menjadi bagian dari keseluruhan pengalaman perjalanan di jalan tol. Karena itu, kami terus mendorong penguatan layanan yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika terjadi insiden, tetapi juga pada bagaimana risiko dapat diantisipasi sejak  awal.  Melalui  kolaborasi  dengan  Jasa  Raharja,  kami  ingin  menghubungkan  data, teknologi,  dan  kompetensi  yang  dimiliki  kedua  pihak  untuk  menghadirkan  layanan keselamatan yang lebih cepat, tepat, dan relevan dengan kebutuhan pengguna,” ujar Rivan.  


    Direktur  Utama  Jasa  Raharja,  Muhammad  Awaluddin,  menyampaikan  bahwa  kebutuhan masyarakat  terhadap  pelayanan  yang  mudah,  cepat,  dan  terintegrasi  menjadi  salah satu fokus utama dalam penguatan layanan Jasa Raharja. 


    “Ketika kecelakaan terjadi, korban dan keluarga tidak boleh dibebani dengan kebingungan mencari bantuan atau informasi mengenai layanan yang tersedia. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendekatkan akses pertolongan dan perlindungan kepada masyarakat dalam satu platform yang mudah digunakan,” ujarnya. 


    Menurutnya,  kecepatan  informasi  menjadi  bagian  penting  dalam  penanganan  korban. Informasi  awal yang diterima secara cepat dan akurat dapat membantu koordinasi antara pengelola jalan tol, petugas Jasa Raharja, fasilitas kesehatan, serta pemangku kepentingan  lainnya. 


    “Semakin cepat informasi diterima dan diteruskan kepada pihak yang tepat, semakin besar peluang korban memperoleh penanganan medis secara cepat,” ucapnya.    

      

    Melalui MoU tersebut, kedua perusahaan membuka peluang untuk menghadirkan layanan yang mampu menghubungkan informasi dari lapangan dengan proses penanganan secara lebih cepat dan tepat sehingga memberikan pengalaman perjalanan yang lebih lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan bagi pengguna jalan.  


    Sejumlah fitur yang saat ini sedang dikaji untuk diintegrasikan melalui Aplikasi Travoy antara lain  informasi  rumah  sakit  terdekat  berdasarkan  posisi  pengguna  serta  kanal  pelaporan kecelakaan dan bantuan darurat. Selain memperkuat penanganan saat terjadi kecelakaan, kolaborasi  juga  diarahkan  pada  upaya  pencegahan  melalui  pengembangan informasi titik rawan kecelakaan berdasarkan data historis dan analisis keselamatan.


    Fitur ini nantinya dapat digunakan untuk memberikan peringatan kepada pengemudi saat mendekati ruas jalan tol dengan tingkat risiko kecelakaan yang lebih tinggi.  


    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, penandatanganan MoU diawali dengan Pelatihan Penanganan  Gawat  Darurat  (PPGD)  dan  prinsip  dasar  pertolongan  pertama,  yang  turut dilengkapi dengan pengecekan kesehatan gratis bagi peserta. 


    Pelatihan ini menjadi bentuk penguatan kompetensi personel agar memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat, termasuk memberikan pertolongan awal kepada korban kecelakaan sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Pelaksanaan PPGD dan pemeriksaan kesehatan menegaskan bahwa transformasi layanan keselamatan tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga kesiapan personel yang sehat, kompeten, dan sigap sebagai garda terdepan dalam memberikan respons di lapangan.  



     Melalui kolaborasi  tersebut, Jasa Marga  dan  Jasa  Raharja  berkomitmen  membangun ekosistem  keselamatan  jalan tol yang turut  menghadirkan  informasi, pertolongan, dan perlindungan yang semakin terintegrasi dan semakin dekat dengan masyarakat. Kolaborasi ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman berkendara yang lancar, aman, nyaman dan berkeselamatan bagi seluruh pengguna jalan tol. ( Heri M red ) 

    Terkini