• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Digitalisasi Pelayanan Jadi Kunci Jasa Raharja Hadir Lebih Cepat bagi Korban Kecelakaan

    www.indik.id
    02/07/26, 16:19 WIB Last Updated 2026-07-02T09:21:35Z

    INDIK . ID Jakarta - PT Jasa Raharja terus memperkuat komitmen dalam memberikan

    perlindungan dasar kepada masyarakat melalui pelayanan yang cepat, tepat, dan

    berbasis digital. Hingga Mei 2026, perusahaan telah menyalurkan santunan sebesar

    Rp1,22 triliun kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang angkutan

    umum di seluruh Indonesia.


    Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, pelayanan santunan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Oleh karena itu, perusahaan terus melakukan transformasi agar pelayanan semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan kepastian bagi korban maupun ahli waris korban.


    "Kami ingin memastikan setiap korban maupun ahli waris memperoleh haknya secara

    cepat, tepat, dan transparan. Kehadiran Jasa Raharja bukan hanya memberikan

    santunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bahwa negara hadir ketika masyarakat

    menghadapi musibah," ujar Awaluddin.


    Hingga Mei 2026, santunan diberikan kepada 55.617 korban, yang terdiri dari 10.734

    korban meninggal dunia dan 44.883 korban luka-luka. Nilai santunan yang disalurkan

    mencapai Rp1,22 triliun, terdiri atas santunan meninggal dunia sebesar Rp581 miliar

    dan santunan korban luka-luka sebesar Rp641 miliar.


    Menurut Awaluddin, realisasi tersebut tidak lepas dari penguatan transformasi digital

    yang terus dilakukan perusahaan. Salah satunya melalui integrasi pelayanan dengan

    rumah sakit melalui aplikasi JRCare, sehingga proses penjaminan korban luka-luka

    dapat dilakukan secara lebih cepat dan efisien.


    Hingga Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit telah terhubung dengan sistem pelayanan Jasa Raharja. Integrasi tersebut memungkinkan proses administrasi

    berjalan lebih sederhana sehingga korban dapat segera memperoleh penanganan

    medis tanpa terkendala proses penjaminan.


    "Kami meyakini bahwa perlindungan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui

    pelayanan santunan yang cepat, tetapi juga melalui berbagai upaya untuk mencegah

    kecelakaan. Karena itu, transformasi digital kami arahkan tidak hanya untuk

    meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat strategi keselamatan

    transportasi berbasis data," kata Awaluddin.


    Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai program keselamatan transportasi

    yang melibatkan Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, rumah sakit, akademisi, komunitas, hingga berbagai pemangku kepentingan lainnya.


    Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Jasa Raharja telah melaksanakan 3.354

    program keselamatan transportasi di berbagai daerah. Kegiatan tersebut meliputi

    edukasi keselamatan berlalu lintas, pelatihan safety riding, pertolongan pertama

    gawat darurat (PPGD), pemetaan daerah rawan kecelakaan, forum komunikasi lalu

    lintas, hingga operasi gabungan bersama instansi terkait.


    Transformasi yang dijalankan perusahaan juga berdampak pada peningkatan

    kecepatan pelayanan. Rata-rata penyelesaian santunan meninggal dunia kini dapat

    dilakukan dalam waktu sekitar 1 hari 5 jam, sementara penerbitan guarantee letter

    bagi korban luka-luka rata-rata selesai dalam waktu 4 hari 8 jam.


    Di sisi lain, meningkatnya mobilitas masyarakat sepanjang 2026 turut memengaruhi jumlah kecelakaan yang menjadi objek perlindungan Jasa Raharja. Kondisi tersebut semakin memperkuat pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya keselamatan berlalu lintas.


    "Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian,

    lembaga, pemerintah daerah, dan komunitas agar upaya preventif semakin efektif.

    Keberhasilan Jasa Raharja tidak hanya diukur dari cepatnya santunan disalurkan,

    tetapi juga dari kontribusi kami dalam menurunkan risiko kecelakaan melalui edukasi,

    kolaborasi, dan penguatan budaya keselamatan transportasi," ujar Awaluddin. ( Heri M red )  

    Terkini