• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Polda Jateng Upayakan Helikopter untuk Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Lawu

    www.indik.id
    17/10/26, 19:17 WIB Last Updated 2026-10-17T12:17:47Z

    INDIK . ID  KARANGANYAR - Polda Jawa Tengah mengupayakan dukungan helikopter untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar. Langkah ini dilakukan karena sejumlah titik kebakaran sulit dijangkau melalui jalur darat.


    Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Roy Hardi Siahaan juga memperkuat koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), untuk menentukan langkah penanganan lanjutan. Salah satu opsi yang dibahas ialah modifikasi cuaca.


    Upaya tersebut disampaikan Kapolda saat meninjau Posko Bersama Penanganan Karhutla dan Pos Pantau RPH Tlogo Dlingo di Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (17/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk memantau perkembangan kebakaran sekaligus mengoordinasikan penanganan bersama instansi terkait.


    Medan Sulit Hambat Pemadaman


    Kapolda menjelaskan, personel gabungan yang terdiri atas unsur Polri, TNI, relawan, dan instansi terkait terus berupaya memadamkan api serta mencegah kebakaran meluas.


    Namun, kondisi medan yang sulit dijangkau dan keterbatasan sarana pemadaman menjadi kendala di lapangan. Petugas masih mengandalkan peralatan konvensional untuk menangani titik-titik api.


    Karena itu, Polda Jateng berkoordinasi secara berjenjang guna mengupayakan dukungan helikopter dari Penerbangan TNI Angkatan Darat (Penerbad). Helikopter tersebut diharapkan dapat membantu pemadaman melalui metode water bombing atau penyiraman air dari udara.


    “Kita berharap dari teman-teman di Penerbad bisa menurunkan helikopter tersebut ke sini untuk diberikan bantuan, dalam artian membawa alat kemudian nanti jadi water bombing. Nah, itu yang akan digunakan nanti,” jelas Kapolda.


    Modifikasi Cuaca Jadi Opsi Penanganan


    Selain mengupayakan bantuan udara, Kapolda berkoordinasi dengan Wakil Bupati Karanganyar, BNPB, dan BMKG untuk membahas strategi penanganan yang lebih luas.


    Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga tengah memproses penetapan status tanggap darurat bencana. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung koordinasi penanganan secara terpadu sesuai dengan kewenangan masing-masing instansi.


    Kapolda menyebutkan, kemarau panjang dan angin kencang menjadi tantangan dalam upaya pemadaman. Oleh karena itu, kemungkinan modifikasi cuaca turut dibahas bersama BMKG.


    “Anginnya cukup besar, antara lain disampaikan kita akan melakukan modifikasi cuaca. Tapi sangat tergantung dengan hasil penilaian dari teman-teman BMKG, bagaimana caranya untuk membuat status daripada modifikasi cuaca itu sendiri,” ungkapnya.


    Sebanyak 244 Personel Gabungan Dikerahkan


    Dalam peninjauan tersebut, Kapolda didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jateng dan Kapolres Karanganyar AKBP Arman Sahti. Turut hadir Wakil Bupati Karanganyar, unsur Perum Perhutani, BPBD, Basarnas, TNI, serta relawan gabungan.


    Sebanyak 244 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla pada hari itu. Polres Karanganyar turut mengerahkan personel dari fungsi Samapta dan Satuan Brimob untuk membantu pemadaman bersama unsur TNI, BPBD, dan relawan.


    Terkait penyebab kebakaran, Kapolda menyatakan bahwa dugaan kelalaian manusia atau human error masih perlu didalami. Penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan karena pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP) belum dilakukan.


    Sebagai bentuk dukungan kepada petugas dan relawan, Kapolda juga menyerahkan bantuan sembako kepada relawan gabungan yang terlibat dalam penanganan karhutla di Kabupaten Karanganyar.


    Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Hutan


    Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto menegaskan bahwa penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh unsur, dengan langkah yang disesuaikan berdasarkan kondisi faktual di lapangan.


    “Polri bersama TNI, pemerintah daerah, Perhutani, BPBD, Basarnas, dan relawan terus bersinergi dalam penanganan karhutla. Koordinasi dilakukan untuk mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, termasuk mengupayakan dukungan sarana yang dapat membantu menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses,” ujarnya.


    Ia juga mengimbau masyarakat agar ikut menjaga kelestarian hutan dengan tidak melakukan pembakaran secara terbuka. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.


    “Pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian bersama. Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan dan mendukung upaya petugas di lapangan agar kebakaran tidak semakin meluas. Keselamatan personel maupun masyarakat juga harus menjadi perhatian dalam setiap langkah penanganan,” pungkasnya.(HERISUSILO) 

    Terkini