• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Dorong Kemandirian Ekonomi Perempuan, Jasa Raharja Perkuat Literasi Keuangan Ahli Waris Korban Kecelakaan

    www.indik.id
    16/10/26, 11:40 WIB Last Updated 2026-10-16T04:42:08Z

    INDIK . ID JAKARTA – PT Jasa Raharja (Persero) terus memperkuat upaya pemberdayaan masyarakat, khususnya ahli waris korban kecelakaan lalu lintas, salah satunya  melalui  program  literasi  keuangan.  


    Program  ini  tidak  hanya  memberikan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga membekali peserta dengan pengetahuan  tentang  perencanaan  keuangan,  akses  pembiayaan,  serta  peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 


    Pada Semester I 2026, program literasi keuangan dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Sumatera Utara, Jawa Timur, dan Jawa Tengah dengan total peserta sebanyak 179 orang.  Kegiatan  ini  menyasar  ahli  waris  perempuan,  khususnya  para  ibu  yang kehilangan pasangan akibat kecelakaan, agar memiliki bekal pengetahuan dalam mengelola  keuangan  keluarga  dan  menghadapi  tantangan  ekonomi  setelah kehilangan tulang punggung keluarga. 


    Direktur  Utama  Jasa  Raharja,  Muhammad  Awaluddin,  menyampaikan  bahwa perlindungan  kepada  korban  kecelakaan  dan  keluarganya  perlu  dilihat  secara menyeluruh.  Selain  memberikan  santunan  sesuai  ketentuan,  Jasa  Raharja  juga berupaya mendorong penguatan kapasitas penerima manfaat agar dapat mengelola keuangan secara lebih terencana. 


    “Literasi  keuangan  menjadi  salah  satu  bekal  penting  agar  mereka  dapat merencanakan kebutuhan keluarga, menjaga stabilitas ekonomi, dan melihat peluang untuk mengembangkan usaha,” ujar Awaluddin. Kamis (15/10/2026).


    Dalam pelaksanaannya, program ini menggabungkan edukasi mengenai peran dan fungsi  Jasa  Raharja  dalam  memberikan  perlindungan  dasar  kepada  korban kecelakaan  dengan  materi  pengelolaan  keuangan  keluarga.  


    Peserta  juga mendapatkan  pemahaman  mengenai  kewajiban  terkait  kendaraan  bermotor, termasuk Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ), serta pemanfaatan layanan pembayaran digital. 


    Di Sumatera Utara, kegiatan yang berlangsung di Medan pada 15 April 2026 diikuti 50 peserta. Materi  yang  diberikan  mencakup  perencanaan  keuangan,  pengelolaan keuangan masa depan, pemahaman tentang UMKM, serta peran pajak kendaraan bermotor dan SWDKLLJ. Kegiatan tersebut turut melibatkan Dinas Koperasi UKM Kota Medan dan pelaku UMKM. 

     

    Sementara itu, kegiatan di Jawa Timur dilaksanakan di Surabaya pada 22 Mei 2026 dengan  melibatkan  55  peserta,  dan  berkolaborasi  dengan  Permodalan  Nasional Madani  (PNM)  dan  lembaga  pelatihan  terkait.  Adapun  di  Jawa  Tengah,  kegiatan diselenggarakan di Kota Pekalongan pada 18 Juni 2026 diikuti 74 peserta. 


    Awaluddin menambahkan, pendekatan yang menggabungkan literasi keuangan dan pengenalan peluang usaha diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih relevan bagi  peserta. Dengan  memahami  cara menyusun  prioritas  pengeluaran, merencanakan kebutuhan jangka panjang, serta mengenali akses pembiayaan yang sesuai, para ahli waris diharapkan dapat mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak. 


    “Setiap keluarga memiliki tantangan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, edukasi yang kami berikan perlu dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari mengatur pengeluaran  rumah tangga hingga  mengenali  peluang usaha  yang  dapat dikembangkan.  Kami berharap pengetahuan ini dapat  menjadi  modal bagi para peserta  untuk  membangun  ketahanan  ekonomi  keluarga  secara  bertahap,” tambahnya. 


    Evaluasi program dilakukan melalui pengukuran pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan.Berdasarkan laporan pelaksanaan, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan  pemahaman  peserta  di  ketiga wilayah, meskipun besaran peningkatannya berbeda pada setiap kegiatan. Evaluasi tersebut menjadi salah satu dasar  bagi Jasa Raharja untuk menilai  efektivitas  materi  dan  menyempurnakan pelaksanaan program berikutnya. 


    Ke depan, Jasa Raharja berencana memperluas kegiatan literasi keuangan pada Semester II 2026 ke sejumlah wilayah lain, yakni Sulawesi Selatan, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Perusahaan juga akan melanjutkan kolaborasi dengan PNM, dinas terkait, serta mitra UMKM untuk memperkuat kesinambungan edukasi dan pemberdayaan ekonomi para ahli waris. 


    “Jasa Raharja akan terus mengembangkan program yang tidak hanya memberikan pemahaman,tetapi juga membuka ruang bagi  masyarakat untuk meningkatkan kapasitas diri.Kami berharap literasi keuangan dapat  menjadi bagian dari upaya memperkuat  ketahanan keluarga sekaligus menghadirkan  manfaat yang berkelanjutan bagi para penerima perlindungan,” tutup Awaluddin. ( Heri M red ) 

    Terkini