• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Wali Kota Bekasi Apresiasi Gerakan 1.000 Lubang Biopori di Perumahan Taman Persada Raya, Dorong Lingkungan Mandiri Hadapi Kemarau

    www.indik.id
    26/07/26, 22:14 WIB Last Updated 2026-07-26T15:15:05Z

    INDIK . ID KOTA BEKASI - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menghadiri kegiatan peresmian kick off pertandingan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan peluncuran Program Bekasi Keren Lingkungan Hidup di Perumahan Taman Persada Raya RW 01, Kelurahan Jatibening Baru, Kecamatan Pondok Gede.


    Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan semangat gotong royong masyarakat melalui berbagai program lingkungan yang berkelanjutan.


    Salah satu program unggulan yang diluncurkan adalah gerakan 1.000 Lubang Biopori, dengan target penerapan empat lubang biopori untuk setiap rumah warga. Program ini diharapkan menjadi gerakan kolektif masyarakat dalam meningkatkan daya resap air sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.


    Selain itu, warga RW 01 juga telah menunjukkan komitmen dalam pengelolaan sampah melalui Bank Sampah yang telah melaksanakan enam kali penimbangan dengan total sampah terkumpul mencapai 7,2 ton. Tidak hanya sampah anorganik, masyarakat juga berhasil mengumpulkan sekitar setengah kuintal minyak jelantah dengan jumlah 85 nasabah aktif, sebagai bagian dari upaya membangun ekonomi sirkular di tingkat lingkungan.


    Sebagai bentuk penguatan konservasi air, di kawasan tersebut juga dibangun sumur resapan sedalam 40 meter sesuai arahan Wali Kota Bekasi. Sarana ini dipadukan dengan pembangunan tempat pengolahan kompos untuk sampah organik, sehingga pengelolaan lingkungan dilakukan secara terpadu mulai dari pengelolaan sampah hingga konservasi air.


    Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan apresiasi atas inisiatif warga Perumahan Taman Persada Raya yang mampu menghadirkan program lingkungan secara nyata dan berkelanjutan.


    “Saya mengapresiasi inisiatif masyarakat Perumahan Taman Persada Raya yang menggagas gerakan 1.000 lubang biopori. Ini adalah contoh nyata bagaimana kepedulian terhadap lingkungan dimulai dari tingkat rumah tangga dan dilakukan secara gotong royong,” ujar Tri Adhianto.


    Tri menjelaskan bahwa konsep biopori yang dikembangkan di kawasan tersebut telah dimodifikasi dan dipadukan dengan pembangunan sumur resapan agar manfaatnya semakin besar, khususnya dalam menghadapi musim kemarau.


    “Pembuatan sumur resapan dan biopori ini memiliki manfaat yang sangat besar. Ketika musim kemarau datang, lingkungan tetap memiliki cadangan air karena air hujan yang turun dapat terserap ke dalam tanah. Dengan begitu, setiap rumah pada dasarnya ikut membangun cadangan air untuk lingkungannya sendiri,” jelasnya.


    Menurutnya, upaya sederhana seperti membuat biopori, mengelola sampah organik menjadi kompos, serta mengaktifkan bank sampah merupakan investasi lingkungan yang akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.


    Pada kesempatan yang sama, Tri juga meresmikan dimulainya pertandingan olahraga dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI sekaligus meninjau sarana olahraga yang telah dibangun di kawasan Perumahan Taman Persada Raya. Ia berharap kegiatan olahraga, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat kebersamaan masyarakat dapat terus berjalan beriringan dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, tangguh, dan nyaman untuk ditinggali.


    “Program seperti ini sejalan dengan visi Kota Bekasi untuk membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berketahanan terhadap perubahan iklim. Semoga gerakan ini dapat menjadi contoh bagi lingkungan lain di Kota Bekasi untuk terus berinovasi menjaga kelestarian alam,” tutup Tri Adhianto.


    (Ndoet / Heri M red  )  

    Terkini