INDIK . ID JAKARTA - Di tengah banyaknya tokoh Reformasi 1998 yang memilih berkiprah di dunia politik maupun birokrasi, Dr. Appe Hamonangan Hutauruk, S.H., M.H., justru menempuh jalur akademik sebagai bentuk pengabdian kepada bangsa. Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Program Studi Ilmu Hukum Universitas Mpu Tantular Jakarta dan aktif mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan tinggi.
Menurut Dr. Appe, tantangan era digital menuntut masyarakat memiliki pemahaman hukum yang lebih baik. Oleh karena itu, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang kritis, berintegritas, dan mampu menghadapi berbagai dinamika sosial maupun perkembangan regulasi yang terus berubah.
Komitmen tersebut sejalan dengan dibukanya Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Universitas Mpu Tantular Tahun Akademik 2026/2027. Program ini menawarkan berbagai jenjang pendidikan, mulai dari sarjana hingga magister, termasuk jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memberikan kesempatan bagi para profesional dan pekerja untuk melanjutkan pendidikan tinggi
Sebagai akademisi yang lahir dari semangat Reformasi 1998, Dr. Appe menegaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen penting dalam membangun bangsa. Ia menilai perjuangan reformasi tidak hanya diwujudkan melalui jalur politik, tetapi juga melalui upaya mencetak generasi muda yang memiliki integritas, wawasan luas, dan kemampuan berpikir kritis.
Untuk menjawab kebutuhan dunia kerja dan perkembangan zaman, Universitas Mpu Tantular menyediakan berbagai program studi yang mencakup Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Komunikasi, serta Program Magister Hukum dan Manajemen. Beragam program tersebut dirancang agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia industri.
Selain program reguler, kampus yang berlokasi di Jakarta Timur itu juga menghadirkan jalur RPL. Melalui program ini, pengalaman kerja dan kompetensi profesional peserta didik dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik, sehingga memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikan tanpa harus mengulang seluruh proses dari awal
Dr. Appe menekankan bahwa pendidikan hukum saat ini harus mampu menjawab tantangan global yang semakin kompleks. Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori, tetapi juga harus memahami praktik hukum, perkembangan regulasi, serta dinamika sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Di luar aktivitas akademiknya, Dr. Appe juga dikenal sebagai pendiri Komunitas Masyarakat Anti Korupsi dan Penggelapan Pajak (KOMAKOPEDA). Melalui organisasi tersebut, ia aktif mendorong transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik dalam mengawasi penyelenggaraan pemerintahan.
Baginya, semangat reformasi harus terus dijaga melalui pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan budaya hukum yang berkeadilan. Melalui SPMB Tahun Akademik 2026/2027, Universitas Mpu Tantular berharap dapat melahirkan generasi profesional yang unggul secara akademik, berintegritas, dan memiliki kepedulian terhadap pembangunan bangsa. (HS).



