• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Harwan Muldidarmawan Paparkan Peran Compliance dan Ethics sebagai Kunci Keberlanjutan Organisasi di Universitas Gadjah Mada

    www.indik.id
    06/04/26, 19:26 WIB Last Updated 2026-04-06T12:27:31Z

    INDIK . ID YOGYAKARTA- Penerapan compliance dan ethics yang berjalan secara terintegrasi

    menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola perusahaan yang baik (good

    corporate governance) serta mendorong keberlanjutan organisasi dalam jangka

    panjang.


    Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko PT Jasa

    Raharja, Harwan Muldidarmawan, dalam kuliah tamu pada mata kuliah Business Ethics for Sustainability untuk kelas MBA/IMBA Angkatan 87, Program Studi Master of Business Administration Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (MBA FEB UGM). Agenda tersebut diselenggarakan di Faculty Meeting Room (FMR) MBA FEB UGM Kampus Yogyakarta, pada (31/03/2026).


    Dalam pemaparannya, Harwan menyampaikan bahwa penerapan prinsip etika bisnis

    dan kepatuhan tidak hanya berhenti pada pemenuhan aspek regulatif, tetapi juga

    terintegrasi dalam proses bisnis dan pengambilan keputusan di seluruh lini organisasi.


    Pendekatan ini turut diperkuat melalui pengelolaan risiko yang terukur serta

    pembangunan budaya perusahaan yang menjunjung tinggi integritas dan

    akuntabilitas.


    "Kepatuhan terhadap regulasi yang dijalankan dengan penuh amanah, disertai strategi manajemen yang tepat, tidak hanya memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai ketentuan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik sebagai aset utama perusahaan," ujarnya.


    Lebih lanjut, Harwan menekankan bahwa bagi perusahaan yang bergerak di sektor layanan publik, keberhasilan dalam menjaga keseimbangan antara kepatuhan, etika,

    dan kinerja menjadi kunci dalam menghadirkan layanan yang berkelanjutan.


    "Selain tu juga memberikan nilai tambah bagi masyarakat," tambahnya.


    Dalam penyampaianya, Harwan juga memaparkan bahwa PT Jasa Raharja

    menempatkan etika sebagai fondasi utama dalam seluruh kerangka Governance, Risk, and Compliance (GRC), tidak hanya sebagai pemenuhan aturan, tetapi sebagai kompas moral dalam setiap pengambilan keputusan. 


    Hal ini diwujudkan melalui penerapan Code of Conduct, penguatan budaya integritas dengan prinsip zero tolerance to fraud, serta integrasi etika dalam proses bisnis, layanan, dan pengelolaan risiko. 


    Pendekatan ini juga didukung oleh sistem digital seperti ekosistem GRC dan JRCare yang menjamin transparansi, akuntabilitas, serta kecepatan layanan kepada masyarakat. 


    Sebagai perusahaan yang mengemban amanah publik, Jasa Raharja memastikan bahwa setiap pengelolaan dana dan pelayanan santunan dilakukan  secara adil, inklusif, dan bertanggung jawab, sehingga mampu membangun kepercayaan publik dan menjaga keberlanjutan layanan secara jangka panjang. 


    Hal ini dibuktikan dengan kinerja keuangan Perusahaan yang solid, bahkan saat menghadapi pandemi Covid-19, dan pengakuan publik yang tercermin melalui

    berbagai penghargaan di tingkat nasional maupun internasional yang diterima MBA

    FEB UGM Kampus Yogyakarta, Prof. Amin Wibowo, Ph.D., dalam sambutannya

    menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Harwan Muldidarmawan.


     la menyampaikan bahwa kehadiran praktisi dalam perkuliahan memberikan kesempatan

    bagi mahasiswa untuk memperoleh first-hand

    experience terkait implementasi Business Ethics for Sustainability di dunia industri.


    "Terima kasih atas perkenan Bapak Harwan hadir dan mengisi kelas kali ini, menjadi bekal penting bagi Mahasiswa UGM karena berkesempatan untuk bertemu dalam satu forum Business Ethics for Sustainability, di mana mahasiswa dapat belajar secara langsung dari praktik yang dilakukan oleh Jasa Raharja," ujar beliau.


    Lebih lanjut, Prof. Amin menegaskan bahwa kolaborasi antara akademisi dan praktisi

    menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran di MBA FEB UGM. 


    Menurutnya,. program MBA tidak hanya membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual, tetapi juga menghadirkan perspektif praktik nyata melalui kehadiran para profesional sebagai guest lecturer. 


    Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif, tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga dari pengalaman langsung di dunia kerja yang selama ini tidak selalu dapat diperoleh di

    ruang kelas.


    Kegiatan kuliah tamu yang dimoderatori oleh dosen FEB UGM, Wuri Handayani, S.E.,Ak., M.Si., M.A., Ph.D., ini diikuti 57 peserta. Turut hadir Guru Besar FEB uGM, Prof. Eko Suwardi, MSc., Ph.D. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan partisipasi aktif mahasiswa. 


    Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui berbagai pertanyaan dan diskusi kritis yang mengulas isu-isu etika bisnis dan keberlanjutan, baik dari perspektif konseptual maupun praktik di lapangan.  ( Heri M red ) 

    Terkini