• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kapolda Jateng Tekankan Pendekatan Humanis dalam Pengamanan Unjuk Rasa

    www.indik.id
    22/10/26, 17:06 WIB Last Updated 2026-10-22T10:07:17Z

    INDIK . ID   SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Roy Hardi Siahaan menegaskan pentingnya empati, kesabaran, dan sikap humanis bagi personel kepolisian dalam mengawal penyampaian aspirasi masyarakat.


    Ia meminta seluruh anggota Polri tidak bersikap arogan dengan mengandalkan pangkat maupun jabatan. Sebaliknya, personel harus mengedepankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, tanpa mengabaikan ketegasan dalam penegakan hukum.


    Penegasan tersebut disampaikan Roy saat memimpin apel kesiapan pengamanan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kamis (22/10/2026).


    Dalam arahannya, ia mengingatkan bahwa anggota Polri dan masyarakat yang menyampaikan aspirasi memiliki kedudukan yang sama sebagai warga negara. Karena itu, seragam dan pangkat tidak boleh menjadi alasan untuk bertindak sewenang-wenang.


    Kapolda menekankan bahwa pendekatan humanis harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Personel diminta mampu mengendalikan emosi, tetap sabar ketika menghadapi makian atau dorongan, serta tidak terpancing melakukan tindakan agresif.


    “Kalimat humanis yang dimaksud adalah benar-benar humanis, dengan penuh kesabaran dan penuh disiplin,” tegas Roy.


    Menurut dia, pengamanan unjuk rasa bukan persoalan menang atau kalah dalam menghadapi peserta aksi. Polri harus memastikan aspirasi masyarakat dapat disampaikan dan dikawal dengan aman sesuai ketentuan.


    Namun, kebebasan menyampaikan pendapat tetap harus disertai penghormatan terhadap hak orang lain serta kepatuhan terhadap aturan demi menjaga ketertiban umum.


    Roy juga mengingatkan bahwa pendekatan humanis bukan berarti membiarkan tindakan anarkis. Setiap pelanggaran hukum tetap harus ditangani sesuai ketentuan dengan mengedepankan profesionalitas dan menghindari penggunaan kekuatan di luar prosedur.


    Ia secara khusus melarang personel melakukan pemukulan atau penendangan terhadap orang yang telah diamankan. Penanganan terhadap mereka harus diserahkan kepada petugas berwenang sesuai prosedur hukum.


    Kapolda menegaskan komitmennya untuk melindungi personel yang menjalankan tugas secara benar dan profesional. Meski demikian, setiap anggota yang terbukti melanggar aturan tetap akan diproses sesuai ketentuan internal Polri.


    Dalam pengamanan aksi tersebut, sekitar 2.900 personel gabungan dari Polda Jawa Tengah, Polrestabes Semarang, dan instansi terkait disiapkan untuk menjaga keamanan serta mengantisipasi gangguan terhadap aktivitas masyarakat.


    Sementara itu, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto menegaskan bahwa Polri berkomitmen mengawal penyampaian aspirasi masyarakat secara profesional, humanis, dan bertanggung jawab.


    Menurut dia, komunikasi yang baik serta penghormatan terhadap hak masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif.


    “Polri hadir untuk melayani dan melindungi masyarakat, termasuk mengawal penyampaian aspirasi secara aman dan tertib. Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, menghormati hak sesama, serta tidak mudah terprovokasi,” ujar Yuliyanto.


    Ia menambahkan, seluruh personel juga telah diingatkan untuk bertindak profesional, mengedepankan pendekatan humanis, dan tetap tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(HERISUSILO) 

    Terkini