• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Jasa Raharja Dorong Keselamatan sebagai Fondasi Transportasi

    www.indik.id
    07/10/26, 19:34 WIB Last Updated 2026-10-07T12:34:57Z

    INDIK . ID BATAM  – PT Jasa Raharja (Persero) mendukung penuh kolaborasi antara  pemerintah,  pelaku  usaha,  dan  seluruh  pemangku  kepentingan  untuk membangun  ekosistem  transportasi  darat  yang  selamat,  berkeadilan,  dan berkelanjutan. 


    Komitmen  tersebut  disampaikan  Direktur  Utama  Jasa  Raharja, Muhammad  Awaluddin,  dalam  pembukaan  Musyawarah  Nasional  (Munas)  XVII Organisasi Angkutan Darat (ORGANDA) yang diselenggarakan di Batam - Kepulauan Riau, pada 6–8 Oktober 2026. 


    Awaluddin menilai pelaku usaha angkutan  mempunyai posisi  penting  dalam membangun budaya keselamatan.  Pengelolaan armada, kondisi kendaraan, kompetensi pengemudi, waktu kerja dan  istirahat, serta kepatuhan terhadap ketentuan operasional berpengaruh langsung terhadap keselamatan penumpang dan pengguna jalan lainnya.



    “Keselamatan tentunya bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan tanggung jawab bersama,” ujarnya.  Rabu (7/10/2026).


    Jasa Raharja, lanjut Awaluddin, terus memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan,  Kepolisian,  pemerintah  daerah,  ORGANDA,  operator  transportasi, fasilitas  kesehatan,  dan  pemangku  kepentingan  lainnya.  


    Kolaborasi  tersebut dijalankan  melalui  edukasi  keselamatan,  pemetaan  risiko,  forum  lalu  lintas  dan angkutan jalan, serta peningkatan kecepatan pelayanan kepada korban kecelakaan. Upaya tersebut sejalan dengan penguatan transformasi layanan Jasa Raharja dalam ekosistem Danantara, dengan menempatkan kebutuhan dan pengalaman masyarakat sebagai bagian penting dalam peningkatan kinerja perusahaan.


     “Jasa Raharja tidak hanya hadir setelah risiko terjadi. Kami ingin mengambil peran sebelum, saat, dan setelah kecelakaan melalui upaya pencegahan, pelayanan yang cepat dan tepat, serta pendampingan  kepada  korban  dan  keluarga.  Pada  akhirnya,  seluruh  upaya  ini bermuara pada satu hal, yaitu memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan layanan yang semakin baik,” ujarnya.


    Munas XVII ORGANDA mengangkat tema “ORGANDA  Menjawab  Disrupsi:  Kepastian  Regulasi,  Kesetaraan  Usaha,  dan Keselamatan Transportasi untuk Angkutan Penumpang dan Logistik Berkelanjutan”. Pembukaan  Munas  dihadiri  Direktur  Jenderal  Perhubungan  Darat  Kementerian Perhubungan Aan Suhanan, Ketua Umum DPP ORGANDA Adrianto Djokosoetono, Sekretaris Jenderal DPP ORGANDA Kurnia Lesani Adnan, dan Direktur Operasional Jasa Raharja Ariyandi. 


    Hadir pula Direktur Utama PT Jasaraharja Putera Abdul Haris, Direktur  Sarana  dan  Keselamatan  Transportasi  Jalan  Direktorat  Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Yusuf Nugroho, Gubernur Kepulauan Riau  H.  Ansar  Ahmad,  Direktur  Lalu  Lintas  Polda  Kepulauan  Riau  Gathut  Bowo Supriono,  Kepala  Dinas  Perhubungan  Kota  Batam  Leo  Putra,  serta  Dewan Pertimbangan DPP ORGANDA Iskar Ismail. 


    Direktur  Jenderal  Perhubungan  Darat  Kementerian  Perhubungan,  Aan  Suhanan, dalam  sambutannya  menyampaikan,  hubungan  pemerintah  dengan  ORGANDA memiliki  akar  sejarah  yang  kuat.  ORGANDA  lahir  pada  1963  melalui  keputusan Menteri Perhubungan Darat dan sejak awal menjadi wadah bagi para pengusaha angkutan darat. 


    “ORGANDA  merupakan  bagian  yang  tidak  terpisahkan  dari  sejarah  Kementerian Perhubungan. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membina dan bersama-sama membesarkan ORGANDA sebagai organisasi yang berintegritas serta menjadi jembatan antara pemerintah dan para pengusaha angkutan darat,” kata Aan. 


    Menurut  Aan,  ORGANDA  memiliki  peran  penting  dalam  menyampaikan  aspirasi pelaku  usaha  sekaligus  menjadi  mitra  pemerintah  dalam  membahas  dan menyempurnakan berbagai kebijakan transportasi. Kemitraan tersebut perlu terus dijaga oleh kepengurusan ORGANDA di tingkat pusat maupun daerah. 


    Ia menambahkan, pembangunan transportasi darat tidak hanya berkaitan dengan penyediaan konektivitas dan aksesibilitas. Keselamatan harus menjadi dasar dalam penyelenggaraan angkutan penumpang maupun logistik. 


    Berdasarkan  data  kepolisian  yang  disampaikan  Aan,  sebanyak  24.296  orang meninggal  dunia  akibat  kecelakaan  lalu  lintas  pada  2025.  Angka  tersebut menunjukkan  bahwa  keselamatan  jalan  masih  menjadi  persoalan  serius  yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. 


    “Transportasi harus mampu membangun konektivitas antardaerah dan antarmoda sehingga  memberikan  akses  yang  lebih  baik  bagi  kegiatan  ekonomi,  pendidikan, sosial,  dan  budaya.  Namun,  konektivitas  tersebut  harus  dibangun  dengan mengutamakan keselamatan,” ujarnya. 


    Sementara itu, Ketua Umum DPP ORGANDA Adrianto Djokosoetono mengatakan, ORGANDA hadir sebagai perwakilan pengusaha angkutan penumpang dan barang. Organisasi tersebut memiliki tanggung jawab memperjuangkan kepastian berusaha, kesetaraan  perlakuan,  serta  kebijakan  yang  dapat  diterapkan  secara  efektif  di lapangan. 


    Menurut  Adrianto,  peran  ORGANDA  tidak  berhenti  pada  penyampaian  aspirasi kepada pemerintah pusat. Struktur organisasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota juga harus mampu membangun hubungan yang harmonis dan konstruktif dengan pemerintah daerah. 


    “ORGANDA harus menjadi mitra pemerintah di setiap tingkatan. Kita tidak hanya menyampaikan persoalan, tetapi juga harus aktif berdiskusi, berkolaborasi, dan ikut menghasilkan solusi yang dapat diterapkan,” katanya.


    Ia berharap Munas XVII ORGANDA menghasilkan kepengurusan dan rekomendasi yang mampu menjawab perubahan sektor transportasi secara konkret. ORGANDA juga  diharapkan terus menjadi mitra strategis  pemerintah  dalam  merumuskan kebijakan  yang melindungi kepentingan pelaku usaha  tanpa mengurangi standar keselamatan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

    ( Heri M red ). 

    Terkini