• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Polda Jateng Peduli CTEV, Tujuh Anak Dapat Penanganan Medis Gratis

    www.indik.id
    11/09/26, 00:09 WIB Last Updated 2026-09-10T17:09:45Z

    INDIK . ID  SEMARANG - Kepedulian Polda Jawa Tengah terhadap kesehatan anak terus diwujudkan melalui Program Polda Jateng Peduli Clubfoot atau Congenital Talipes Equinovarus (CTEV). Sebanyak tujuh anak dari sejumlah wilayah di Jawa Tengah mendapat penanganan dan pemantauan medis untuk mengatasi kelainan kaki bawaan sejak lahir tersebut.


    Ketujuh pasien berasal dari Salatiga, Kabupaten Semarang, Kendal, Surakarta, dan Demak. Mereka mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi masing-masing, mulai dari pemeriksaan dan kontrol terapi, pemasangan gips lanjutan bagi pasien yang masih menjalani tahapan koreksi kaki, hingga pemantauan penggunaan brace serta tindak lanjut bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.


    Kepedulian terhadap para pasien ditunjukkan langsung Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ribut Hari Wibowo bersama Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Ibu Diana Ribut Hari Wibowo, saat mengunjungi pasien di RS Bhayangkara Tk. II Prof. Awaloeddin Djamin, Kota Semarang, Kamis (10/9/2026).


    Dalam kunjungan tersebut, Kapolda bersama Ketua Bhayangkari menyapa pasien dan keluarga. Keduanya juga menyerahkan paket bingkisan sebagai bentuk kepedulian keluarga besar Bhayangkari kepada anak-anak yang tengah menjalani perawatan.


    Di hadapan keluarga pasien, Kapolda Jateng memberikan semangat sekaligus meyakinkan bahwa kondisi CTEV dapat ditangani dengan baik apabila mendapatkan perawatan yang tepat dan dilakukan sejak dini.


    “Semangat, njeh. Insyaallah bisa disembuhkan dan kondisinya bisa kembali normal,” ujar Kapolda Jateng.


    Program Polda Jateng Peduli CTEV diluncurkan pada 14 Agustus 2026 melalui kerja sama dengan Mentari Clubfoot MPKU PP Muhammadiyah. Hingga saat ini, sebanyak 88 kasus CTEV telah terdata melalui Bhabinkamtibmas dan Kepala Seksi Dokkes (Kasidokkes) jajaran Polda Jateng.


    Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agung Hadi Wijanarko mengatakan, pendataan tersebut merupakan langkah awal untuk memastikan anak-anak dengan CTEV memperoleh penanganan sesuai dengan kebutuhannya.


    “Penanganan CTEV harus dilakukan sesegera mungkin. Semakin dini dilakukan, hasilnya akan semakin maksimal. Selain penanganan medis, peran orang tua juga sangat penting karena keberhasilan terapi membutuhkan konsistensi dalam mengikuti arahan dan perawatan,” jelasnya.


    Menurut Agung, program tersebut tidak hanya melibatkan jajaran kesehatan Polri. Penanganan juga dilakukan melalui kolaborasi dengan rumah sakit Muhammadiyah, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, dan BPJS Kesehatan.


    “Melalui kolaborasi tersebut, masyarakat dapat mengikuti program ini secara gratis sehingga biaya tidak menjadi hambatan bagi pasien untuk mendapatkan perawatan, terlebih bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu,” tandasnya.


    Salah seorang orang tua pasien, David Prasetyo, warga Kabupaten Semarang, menyampaikan apresiasi atas Program Polda Jateng Peduli CTEV. Ia berharap penanganan yang diterima putranya dapat membantu sang anak kembali beraktivitas seperti anak-anak seusianya.


    “Terima kasih kepada Bapak Kapolda dan dokter yang sudah membantu perawatan anak saya. Semoga bisa lebih cepat sembuh dan kembali normal sehingga bisa beraktivitas seperti teman-temannya yang lain,” ungkapnya.


    Apresiasi serupa disampaikan Abdul Gofar, orang tua Aida Fitriyah, pasien asal Demak. Ia mengaku bersyukur mendapatkan informasi mengenai program tersebut dan berharap putrinya dapat tumbuh dengan kondisi kaki yang normal.


    “Alhamdulillah, dengan program ini kami bisa melakukan pengobatan terhadap kondisi yang dialami putri saya. Semoga putri saya bisa berjalan dengan normal dan beraktivitas seperti biasa,” katanya.


    Program Polda Jateng Peduli CTEV sekaligus menjadi bentuk pemanfaatan jaringan kepolisian hingga tingkat kewilayahan dalam membantu menemukan persoalan kesehatan yang dialami masyarakat.


    Melalui Bhabinkamtibmas dan Kasidokkes, informasi mengenai anak-anak dengan CTEV dapat dihimpun sejak tingkat kewilayahan. Mereka kemudian diarahkan untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis sesuai kebutuhan.


    Langkah tersebut diharapkan dapat membuka akses penanganan sedini mungkin bagi anak-anak dengan CTEV. Dengan terapi yang tepat, konsisten, dan dilakukan sejak dini, mereka memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh, berjalan, serta beraktivitas secara optimal seperti anak-anak lainnya. (HERISUSILO) 

    Terkini