INDIK.ID, BEKASI - Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) Bekasi bekerja sama dengan SDN Mangunjaya 1 serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bekasi, (25/4/2026) menyelenggarakan pelatihan bertajuk AI Ready ASEAN yang ditujukan bagi para orang tua. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan keluarga.
Program AI Ready ASEAN merupakan kelanjutan kemitraan bersama ASEAN Foundation yang bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan menghadapi perkembangan teknologi AI. Inisiatif ini dilaksanakan di 10 negara ASEAN dengan target pemberdayaan lebih dari 5,5 juta warga melalui peningkatan kompetensi di bidang AI. Di Indonesia, program ini melibatkan sejumlah mitra pelaksana pembelajaran (Learning Implementation Partner/LIP), seperti Mafindo, Ruangguru, Kaizen, Coding Bee, dan Bebras.
Pelatihan ini dirancang untuk empat kelompok sasaran utama, yaitu pemuda, orang tua, pendidik, dan master trainer. Materi yang disampaikan mencakup empat kategori utama, meliputi dasar-dasar AI, penggunaan dan implementasi AI, etika, privasi dan keamanan AI, serta metode pengajaran AI. Selain itu, peserta juga mendapatkan akses ke platform Learning Management System (LMS) yang memungkinkan pembelajaran dilakukan secara fleksibel dan berkelanjutan.
Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh MAFINDO Bekasi Raya ini berlangsung pada Sabtu, 24 April 2026 melalui aplikasi Zoom dan diikuti dengan antusias oleh para orang tua di wilayah Bekasi. Acara dipandu oleh Kristien Mey Triyana, S.T., M.M. sebagai pembawa acara dan diawali dengan pengisian presensi serta pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait AI.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah pihak, antara lain Presidium Mafindo Septiaji Eko Nugroho, Project Officer AI Ready ASEAN Raundoh Tul Jannah, serta Koordinator Wilayah MAFINDO Bekasi Raya Budi Indaryadi. Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bekasi, Imam Faturrachman, S.T., M.Si., yang menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan teknologi dalam mendukung pendidikan anak.
Pada sesi inti, peserta mendapatkan materi dari empat narasumber. Muhamad Handar, S.I.Kom., memaparkan pengenalan dasar AI dan potensinya di era digital. Selanjutnya, Adi Muhajirin, M.Kom., M.M., menyampaikan materi “AI Prompt 101” yang mengajarkan teknik berinteraksi dengan AI secara efektif. Materi mengenai etika, privasi, dan keamanan AI disampaikan oleh Happy Ika Melvina, M.Pd., yang menekankan pentingnya penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Sementara itu, Nuranda, M.Pd., menutup sesi materi dengan pengenalan metode pembelajaran interaktif melalui situs Code.org serta panduan penggunaan LMS ASEAN Foundation.
Interaksi berlangsung dinamis dalam sesi tanya jawab, di mana peserta aktif berkonsultasi terkait penerapan AI di lingkungan keluarga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik melalui breakout room, di mana peserta dibagi ke dalam kelompok kecil untuk menyelesaikan 15 modul pada LMS dengan pendampingan sembilan pelatih.
Sebagai tahap akhir, peserta mengikuti post-test sebagai evaluasi pembelajaran dan mengunggah bukti penyelesaian modul. Kegiatan ditutup dengan pesan reflektif dari pembawa acara yang menegaskan bahwa peran orang tua sebagai pendamping anak tetap tidak tergantikan oleh teknologi.
Sebagai informasi, MAFINDO merupakan organisasi nirlaba yang berdiri sejak 2016 dan berfokus pada upaya memerangi misinformasi serta hoaks. Saat ini, MAFINDO memiliki lebih dari 95.000 anggota daring dan sekitar 1.000 relawan aktif. Melalui program AI Ready ASEAN, MAFINDO terus memperluas kontribusinya dalam bidang literasi digital dengan target pelaksanaan di 41 wilayah di Indonesia.
( Heri M red )


