• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Bahas Kesiapan Mudik Lebaran, Jasa Raharja Gelar"Ngobrol Santai.Bersama Pakar Transportasi"

    www.indik.id
    13/03/26, 09:53 WIB Last Updated 2026-03-13T02:53:48Z

    INDIK . ID Jakarta, 11 Maret - PT Jasa Raharja menggelar forum diskusi bertajuk Ngobrol

    Santai Bersama Pakar Transportasi yang mempertemukan para pakar transportasi,

    akademisi, serta pemangku kepentingan untuk membahas kesiapan menghadapi arus

    mudik dan balik Lebaran 2026. 


    Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Jasa

    Raharja, Jakarta, pada Rabu (11/03/2026) ini menjadi ruang dialog untuk menghimpun

    berbagai pandangan strategis terkait keselamatan transportasi dan pengelolaan

    mobilitas masyarakat selama periode Lebaran.


    Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pakar transportasi, di antaranya Ki.Darmaningtyas, bersama para akademisi dan perwakilan komunitas transportasi dari.Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Forum ini juga dihadiri oleh Direktur Utama.Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, serta Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho.


    Direktur Utama Jasa Raharja menyampaikan bahwa diskusi bersama para pakar

    transportasi menjadi momentum penting untuk memperkuat kesiapan seluruh

    pemangku kepentingan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat mudik

    Lebaran.


    "Dalam pertemuan sore ini kami menerima banyak masukan dari para pakar transportasi. Banyak hal yang saling bersambut, termasuk penjelasan dari Bapak.Kakorlantas mengenai kesiapan Operasi Ketupat Lebaran.  Bagi kami di Jasa Raharja,. momen ini sangat penting karena menyangkut keselamatan jutaan masyarakat yang melakukan perjalanan mudik," ujar Awaluddin.


    la menjelaskan, Jasa Raharja telah menyiapkan berbagai langkah operasional dalam program Siaga Lebaran 2026. 


    Di antaranya melalui mobilisasi sekitar 2.000 personel di 29 kantor wilayah, 63 cabang, dan 38 kantor pelayanan di seluruh Indonesia, serta

    penguatan 29 Tim Jasa Raharja Reaksi Cepat yang terdiri dari lima tim terpusat dan

    24 tim yang tersebar di berbagai daerah.


    Selain itu, Jasa Raharja juga berkontribusi dalam 25 Pos Pelayanan Terpadu di sejumlah wilayah strategis jalur mudik, serta memberikan dukungan operasional melalui 15 hibah tenda taktis untuk mendukung pelayanan selama Operasi Ketupat.


    "Kami juga memperkuat sistem monitoring digital melalui integrasi data kecelakaan

    secara online dengan rumah sakit, serta menjalankan kegiatan edukasi dan imbauan

    keselamatan di sekitar 1.700 titik lokasi. Semua ini dilakukan melalui koordinasi aktif

    bersama stakeholder, termasuk dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan," kata Awaluddin.


    la menegaskan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam seluruh

    rangkaian kesiapan mudik.


    "Harapan kami sederhana: masyarakat berangkat mudik.dengan selamat dan kembali juga dengan selamat. Karena itu, keselamatan

    bertransportasi harus menjadi prioritas bersama seluruh pihak," ujarnya.


    Sementara itu, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho menyampaikan

    apresiasi atas inisiatif Jasa Raharja yang menghadirkan forum diskusi bersama para

    pakar transportasi dan akademisi.


    "Saya menyampaikan terima kasih kepada Pak Dirut Jasa Raharja yang telah mengundang kami bersama para pakar transportasi dan akademisi untuk mendapatkan saran dan masukan. Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Negara hadir bukan hanya mengatur lalu lintas, tetapi juga memastikan momentum sosial dan spiritual selama Ramadan hingga Idulfitri berjalan aman," ujarnya.


    la menyampaikan bahwa seluruh rangkaian skenario pengamanan mudik telah

    disiapkan secara kolaboratif oleh berbagai pihak.


    "Kami siap menjaga masyarakat yang berangkat mudik hingga sampai tujuan dan kembali dengan selamat. Sederhana

    saja berangkat selamat, pulang juga selamat. Skenario pengamanan di jalan tol, jalan

    arteri, penyeberangan, tempat wisata, hingga tempat ibadah telah dikolaborasikan.

    Kata kunci dari Operasi Ketupat adalah keselamatan, kolaborasi, dan sinergitas," kata

    Agus.


    Diskusi yang berlangsung hangat tersebut juga menjadi ruang bagi para pakar transportasi untuk memberikan berbagai masukan strategis guna memperkuat langkah-langkah operasional di lapangan. Dengan sinergi antara pemerintah, aparat, akademisi, dan para pemangku kepentingan transportasi, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran 2026 dapat berjalan lebih aman, tertib, dan lancar bagi masyarakat.

    ( Heri M red ) 

    Terkini