INDIK.ID, JAKARTA — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan superflu atau varian baru influenza tipe A (H3N2) yang belakangan ramai dibicarakan, Senin (5/1).
Rano Karno menyampaikan bahwa kewaspadaan terhadap penyakit menular perlu ditingkatkan guna menghindari penyebaran superflu yang hingga saat ini belum terdeteksi di Indonesia. Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan, antara lain, menggunakan masker saat bepergian.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pemantauan terhadap wisatawan maupun masyarakat yang sebelumnya melakukan perjalanan, khususnya dari luar negeri.
Selain potensi superflu, Rano Karno turut menyoroti penyakit demam berdarah dengue (DBD) serta tuberkulosis (TBC) di Jakarta yang dinilai masih memerlukan perhatian serius.
Sebelumnya, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan penularan superflu atau varian baru influenza tipe A (H3N2).
Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Sahruna, menjelaskan bahwa influenza tipe A (H3N2) yang dikenal sebagai superflu pada umumnya memiliki gejala yang menyerupai flu musiman. Gejala tersebut meliputi demam, batuk, nyeri tenggorokan, malaise, sakit kepala, hidung berair, serta nyeri otot (myalgia).
(Heri Susilo)


