• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Jasa Raharja Perkuat Budaya Risiko untuk Dorong Transformasi Pelayanan kepada Masyarakat melalui Risk Townhall 2026

    www.indik.id
    19/08/26, 11:57 WIB Last Updated 2026-08-19T04:57:13Z

    INDIK . ID Jakarta  19 Agustus 2026 – Jasa Raharja terus mendorong penguatan manajemen  

    risiko sebagai bagian dari transformasi tata kelola perusahaan untuk menghadapi 

    perubahan dan memberikan pelayanan yang semakin adaptif kepada masyarakat. 

    Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Risk Townhall 2026 di Kantor 

    Pusat Jasa Raharja, Jakarta, pada Selasa, 18 Agustus 2026. 


    Mengusung tema ‘Transforming Governance for a Sustainable and Resilient Future – 

    Leveraging AI, GRC, ESG & ERM for Smarter Decisions and Resilience’, Risk Townhall 2026 menjadi forum komunikasi dan pembelajaran bagi seluruh Insan Jasa  

    Raharja.


    Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman terhadap isu strategis dan  

    kebijakan perusahaan, membangun budaya kolaborasi dan pembelajaran  

    berkelanjutan, serta menumbuhkan kesadaran terhadap tantangan, peluang, dan 

    risiko yang dihadapi perusahaan. 


    Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin menyampaikan bahwa Risk  

    Townhall tidak hanya menjadi forum untuk meningkatkan pemahaman mengenai manajemen risiko, tetapi juga memperkuat budaya risiko yang menempatkan kesadaran dan kepemilikan risiko sebagai tanggung jawab bersama.  


    “Risk Townhall ini harus menjadi forum pembelajaran bersama untuk membangun  

    pemahaman, kesadaran, sekaligus melibatkan seluruh insan perusahaan. Budaya risiko bukan hanya bagaimana kita sadar terhadap risiko, tetapi juga memiliki ownership yang sama. Risiko bukan hanya tanggung jawab fungsi Manajemen Risiko, melainkan tanggung jawab seluruh insan perusahaan. Dengan pemahaman dan kepemilikan bersama, kita ingin membangun organisasi yang semakin adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan,” ujar Awaluddin. 


    Sebagai BUMN yang menjalankan fungsi pelayanan publik, penguatan tata kelola dan  

    manajemen risiko menjadi bagian dari upaya memastikan negara hadir melalui  

    layanan prima dengan semangat Melayani Sepenuh Hati. 


    Hal ini sejalan dengan penguatan ekosistem Danantara Indonesia, di mana peningkatan kualitas tata kelola dan kinerja BUMN diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. 


    Karena itu, pengelolaan risiko perlu diarahkan pada risiko yang paling kritis, memiliki  

    urgensi, dan memberikan dampak nyata terhadap kinerja perusahaan. Pendekatan ini 

    diharapkan dapat membuat sumber daya perusahaan yang terbatas digunakan  

    secara lebih fokus untuk mengantisipasi dan memitigasi risiko yang paling menentukan pencapaian tujuan perusahaan.


    Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Jasa Raharja Harwan  

    Muldidarmawan menjelaskan bahwa perusahaan telah memiliki fondasi pengelolaan risiko melalui penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dan pengembangan Sistem Informasi Manajemen Risiko (SIMR). 


    Fondasi tersebut terus diarahkan untuk  

    memperkuat kemampuan perusahaan dalam mengenali risiko secara lebih dini dan  

    mendukung pengambilan keputusan. 


    “Manajemen risiko dalam konsep ERM bukan sekadar memenuhi kewajiban atau mengisi risk register. Kita perlu membangun kemampuan untuk mengantisipasi berbagai hal yang dapat mengganggu pencapaian target. Karena itu, SIMR akan terus dikembangkan untuk mendukung Key Risk Indicator, Risk Intelligence, dan Predictive  

    Risk Control. Ke depan, kita harus memiliki risk awareness dan risk sensing yang kuat, sehingga pada 2027 kita sudah dapat bergerak menuju pengelolaan risiko yang lebih cerdas dan prediktif,” ujar Harwan. 


    Risk Townhall 2026 menghadirkan Dr. Antonius Alijoyo, Principal CRMS Indonesia,  

    sebagai narasumber. Pada sesi pertama, materi yang dibahas adalah ‘Strategic GRC 

    in the Era of AI: Leveraging Data Analytics and AI Governance for Executive Decision 

    Intelligence’ sedangkan di sesi kedua mengangkat tentang ‘Executive Stewardship in 

    Sustainability by Design: Integrating ESG into ERM for Organizational Resilience’.

    Melalui Risk Townhall 2026, Jasa Raharja mendorong penguatan budaya sadar risiko 

    sebagai fondasi untuk membangun organisasi yang adaptif, inovatif, dan tangguh  

    dalam menghadapi perubahan. 


    Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kualitas pengambilan keputusan, mendukung keberlanjutan perusahaan, serta menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.

    ( Heri M red )  

    Terkini