• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Polsek Pati Tangani Penemuan Jasad Perempuan di Semak-semak

    www.indik.id
    28/06/26, 21:40 WIB Last Updated 2026-06-28T14:41:06Z

    INDIK . ID PATI - Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang perempuan lanjut usia berinisial S (72) yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area semak-semak samping sebuah bengkel las di Dukuh Cengkok, Desa Sidoharjo, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati, Minggu (28/6/2026) pagi.

    Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB oleh AR (46), pemilik bengkel las yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan. Saat hendak buang air kecil di samping bengkelnya, saksi melihat tubuh korban tergeletak di antara semak-semak.

    Mengetahui kondisi korban sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan, saksi segera memberitahukan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

    Kapolresta Pati melalui Kapolsek Pati, IPTU Windartono, mengatakan bahwa setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi bersama Unit Inafis Polresta Pati dan Tim Patroli Sabhara (Pamapta) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD RAA Soewondo Pati.

    “Begitu menerima informasi dari masyarakat, kami segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, meminta keterangan saksi, dan mengevakuasi korban guna menjalani pemeriksaan medis,” ujar IPTU Windartono.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan awal oleh dokter dari Puskesmas Pati I, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban. Luka yang ditemukan hanya berupa lecet ringan pada tangan dan kaki yang diduga tidak berkaitan dengan penyebab kematian.

    “Hasil pemeriksaan luar menunjukkan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat sakit. Namun demikian, proses penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan penyebab kematiannya,” jelasnya.

    Dari hasil pendalaman sementara, polisi juga memperoleh informasi dari keluarga bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan tidak menjalani pengobatan secara rutin. Keterangan tersebut menjadi salah satu bahan pendukung dalam proses penyelidikan.

    “Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan tidak menjalani pengobatan secara teratur. Informasi tersebut kami cocokkan dengan hasil pemeriksaan di lapangan,” kata IPTU Windartono.

    Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa keluarga korban telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi. Penolakan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh anak korban.

    “Keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan membuat surat pernyataan tidak menghendaki autopsi. Meskipun demikian, seluruh tahapan penanganan tetap kami laksanakan sesuai standar operasional prosedur guna memastikan penyebab kematian korban,” terangnya.

    IPTU Windartono juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan warga yang membutuhkan pertolongan atau kejadian mencurigakan di lingkungan sekitar.

    “Kami mengajak masyarakat untuk segera menghubungi kepolisian apabila menemukan kondisi yang memerlukan penanganan cepat. Partisipasi dan respons masyarakat sangat membantu proses penanganan di lapangan,” pungkasnya.(Herisusilo)  

    Terkini

    NamaLabel

    +