• Jelajahi

    Copyright © indik.id
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kementerian Kebudayaan Jajaki Kolaborasi dengan Danantara dan Jasa Raharja Hadirkan Museum Film di Kota Tua Jakarta

    www.indik.id
    03/04/26, 16:54 WIB Last Updated 2026-04-03T09:54:58Z

    INDIK . ID Jakarta - Penguatan ekosistem budaya nasional melalui pemanfaatan aset

    bersejarah terus didorong oleh pemerintah. 


    Berkaitan dengan hal tersebut, Menteri

    Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menginisiasi rencana kolaborasi antara

    Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan PT Jasa Raharja untuk menghadirkan museum di kawasan Kota Tua Jakarta.


    Rencana tersebut dibahas dalam kunjungan Menteri Kebudayaan ke Gedung milik

    Jasa Raharja yang berlokasi di kawasan Kali Besar, Jakarta, pada Rabu (2/4).


    Kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, yang menerima rombongan dan mendampingi peninjauan area gedung.



    Kunjungan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Giring

    Ganesha Djumaryo, Senior Director Chief Marketing Officer Danantara Asset

    Management Dendi T. Danianto, SVP Business Performance & Assets Optimization

    Cluster Insurance & Pension Danantara Asset Management Hendrika Nora Osloi,

    serta Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo.


    Dalam peninjauan tersebut, Fadli Zon menilai bahwa gedung milik Jasa Raharja

    memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai museum yang menjadi bagian

    dari ekosistem budaya di Kota Tua Jakarta, sekaligus mendukung penguatan

    destinasi wisata berbasis sejarah.


    "Kita belum memiliki museum film maupun museum fotografi yang representatif. Padahal kita memiliki banyak aset dan kekayaan sejarah

    di bidang tersebut, namun belum memiliki ruang yang memadai untuk memamerkannya," ujarnya.


    la menjelaskan bahwa melalui kolaborasi lintas pihak, aset-aset bersejarah yang

    dimiliki BUMN yang dikelola Danantara dapat dioptimalkan menjadi ruang publik yang

    produktif dan edukatif.


    "Gedung ini sangat menarik dan berada di lokasi yang strategis. Kita harapkan melalui kerja sama antara Kementerian Kebudayaan, Danantara, dan Jasa Raharja, tempat ini bisa dikembangkan menjadi museum fotografi dan museum film, sebagai bagian dari ekosistem budaya di Kota Tua," jelasnya.


    Menurutnya, museum tersebut nantinya dapat menghadirkan narasi perjalanan

    perfilman dan fotografi Indonesia dari masa ke masa, termasuk menampilkan karya,

    dokumentasi visual, serta peralatan yang digunakan dalam proses produksi.


    "Masyarakat bisa melihat perkembangan film Indonesia dari awal hingga era modern, termasuk perkembangan fotografi dari masa ke masa," tambahnya.


    Sementara itu, Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyampaikan

    dukungan terhadap rencana kolaborasi tersebut sebagai bagian dari optimalisasi

    pemanfaatan aset perusahaan yang memiliki nilai historis tinggi.


    "Bangunan ini tidak hanya menjadi aset perusahaan, tetapi juga merupakan bagian

    dari warisan sejarah yang perlu dijaga dan dimanfaatkan secara produktif. Kami

    menyambut baik rencana kolaborasi ini sebagai upaya menghadirkan ruang budaya

    yang bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.


    Dalam kesempatan tersebut, Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja, Rubi Handojo,

    turut memberikan penjelasan mengenai sejarah gedung serta kawasan di sekitarnya,

    sebagai pusat aktivitas perdagangan dan pemerintahan pada masa lalu yang kini

    berkembang sebagai kawasan wisata budaya.


    Melalui rencana kolaborasi ini, diharapkan pemanfaatan aset bersejarah tidak hanya

    berorientasi pada pelestarian, tetapi juga mampu menghadirkan nilai tambah sebagai

    destinasi edukasi, budaya, dan pariwisata yang terintegrasi di kawasan Kota Tua

    Jakarta. ( Heri M red ) 

    Terkini